Telisik PPI Swiss dan Liechtenstein – Eps.1

Tulisan ini merupakan liputan perdana oleh PPI Amerop dalam mencakup informasi mengenai negara-negara di bawah kawasan Amerika-Eropa. Pada kesempatan ini, kami tim Ameropnews berkesempatan mewawancarai Ketua PPI Swiss dan Liechtenstein, yaitu Mbak Puspita Ayu Permatasari M.Rech., Ph.D (Cand.). Menekuni studi dalam topik Digital Technology for Intangible Cultural Heritage and Creative Tourism, di USI – Università della Svizzera Italiana, Lugano, Swiss.   Mbak Ayu, panggilan akrabnya, merupakan lulusan S2 dari Sorbonne, Prancis. Proyek Mbak Ayu saat ini adalah mendata dan membuat akses terhadap variasi pola Batik Indonesia dan mendaftarkannya sebagai salah satu World Heritage. Lebih banyak lagi informasi mengenai studi dan Negara Swiss, mari kita mengenal lebih dalam mengenai PPI Swiss dan Liechtenstein!

Foto disamping merupakan saat Mbak Ayu lulus dari univeristé Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Bidang Studi Warisan Budaya dan Pariwisata.
Logo PPI Swiss dan Liechtenstein

Pertama-tama mari mengenal kepengurusan PPI Swiss dan Liechtenstein yang diketuai oleh Mbak Ayu! 

Massa Jabatan Kepengursan PPI Swiss dan Liechtenstein adalah Juni 2019-Juli 2020. Periodenya hampir mirip dengan Jabatan PPI Dunia sehingga menurut penulis bisa menjadi kemudahan dalam menyamakan timeline atau jadwal kegiatan dengan PPI Dunia.

PPI dengan visi besar:

Membangun sinergi komunitas mahasiswa Indonesia yang inklusif, lintas strate, enerjik, penuh semangat berprestasi di wilayah Swiss Raya dan Liechtenstein

spesifik dengan tagline:

When Scientists meet Artists, Gemilang Prestasi Bersama.

Visi ini merupakan yang terlintas sebagai organisasi pertemanan dan keakraban yang disukai berbagai kalangan di Swiss. Selain itu, Mbak Ayu menambahkan, “organisasi ini menjadi wadah untuk para mahasiswa dalam bidang sains, senin, maupun sosial, serta untuk bertukar pikiran dan berekspresi dengan leluasa.” Pada awalnya menjadi ketua, Mbak Ayu diminta oleh teman-teman. Walaupun terlintas adanya paradigma ketua PPI harus menjadi pribadi yang serius, terpaut oleh pikir Mbak Ayu dengan pembawaan dirinya yang senang bercanda. Namun, Mbak Ayu mempunyai keinginan untuk membantu PPI agar menjadi organisasi yang inklusif untuk semua pelajar. Sehingga, saat mencalonkan diri, keinginan Mbak Ayu yaitu menekankan untuk mempererat hubungan mahasiswa. Begitulah munculnya tagline, when scientists meet artists.

Studi dan Beasiswa

Siapa yang tidak mengetahui ETH Zurich? Salah satu kampus ternama yang terletak di Swiss. Telisik Amerop akan turut membahas studi dan beasiswa yang ada di Swiss dan Liechtenstein. 

Untuk studi terutama di Swiss merupakan salah satu negara termahal bagi pelajar, khususnya pelajar Indonesia. Terdapat 6 kampus ternama di Swiss yaitu:

  1. ETH Zurich
  2. Universität Bern
  3. Universität Basel
  4. EPFL
  5. Universität Fribourg
  6. Università della Svizzera Italiana, Lugano

Salah satu kampus tersebut untuk S1 hampir mencapai 16500 Francs (hampir setara dengan Euro) untuk 1 tahun biaya studi. Syarat yang cukup tinggi beserta saldo tabungan 500 juta sampai 1 milyar per tahunnya untuk biaya hidup sebagai jaminan dapat membiayai studi dan hidup dengan standar negara Swiss. Namun, jangan berkecil hati. Pelajar di sini merupakan mayoritas penerima beasiswa yang dicantumkan langsung di website PPI Swiss dan Liechtenstein itu sendiri di  rubrik beasiswa: Info Beasiswa PPI Swiss dan Liechtenstein.

Terdapat beberapa beasiswa yang biasa di dapat untuk belajar di Swiss yaitu:

Beasiswa Ristekdikti

Swiss Government Excellence Scholarships

Alfred Werner Fund

ETHZ Excellence Scholarship

EPFL Excellence Scholarship

Tautan beasiswa ini bisa kamu cek langsung untuk masing-masing kampus dan bidang studi yang kamu inginkan!

Syarat umum studi di Swiss

TOEFL PBT 550, IBT 80/IELTS6.5, GRE/GMAT, motivation letter, statement of purpose/study objective, 2 reference letters

Benefit Kuliah/Studi di Swiss

Swiss Education memiliki standard yang sangat tinggi untuk kualitas output pendidikan dan scholarshipnya, karena Swiss menerapkan standard yang lebih tinggi dari Eropa maupun Amerika. Penelitian-penelitian yang dihasilkan di Swiss harus memenuhi teori applied science dan juga memberi hasil nyata terhadap transformasi suatu bidang.

Hal itu memberikan kesempatan-kesempatan yang baik bagi lulusan-lulusan Swiss , yang tidak hanya diakui tingkat Eropa tetapi juga Amerika. Swiss juga merupakan pusat dari penelitian-penelitian mutakhir seperti CERN (the European Organization for Nuclear Research), UNESCO in Information and Communication Technology (ICT) to develop and promote  sustainable tourism at World Heritage Sites berpusat di Lugano, EPFL Space Center di Lausanne, Swiss Cancer Center Léman (SCCL), serta badan-badan dunia yang berpusat di Jenewa, Swiss. Selain itu Swiss juga negara tujuan studi pariwisata and hospitality serta leading Art Culinary academy di bidangnya.

Kerjasama Negara Swiss dengan Indonesia sebagai kesempatan masa depan

Terdapat kerja sama pemerintah Indonesia di bidang infrakstruktur juga. Saat ini Indonesia terpilih menjadi partner Swiss Stadler Rail (perusahaan Kereta Api Swiss) akan membangun pabrik kereta api di Indonesia bekerja sama dengan PT. INKA untuk melayani kebutuhan domestic serta ekspor. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat baik, karena negara Indonesia akan mendapatkan kualitas kereta api seperti yang ada di Swiss, yaitu kereta api cepat dengan peredam gerak dan suara. Selain itu, Städler Rail Swiss juga membangun institusi Pendidikan keterampilan per kereta apian sebagai program transfer technology  yang akan dibangun di Banyuwangi.

Di bidang pariwisata, Indonesia sudah memiliki kerjasama dengan Swiss dalam hal hospitality selama lebih dari 20 tahun, yaitu dengan berdirinya IMI – International management institute di Lucerne , yang menjadi pusat pendidikan hospitality dan pariwisata terkemuka di Eropa. Beberapa dosen Indonesia bekerja di IMI dan IMI juga mendapat banyak mahasiswa studi exchange dari Indonesia.

Tentunya, proyek Mbak Ayu dengan UNESCO in ICT for sustainable tourism and world heritage juga saat ini membangun pilot project dalam bidang digital heritage kekayaan nusantara Indonesia untuk membantu pelestarian kearifan lokal dalam bentuk wastra nusantara (textile heritage). Sehingga di Swiss dari sisi teknologi, infrakstruktur, pariwisata, serta budaya tercakup kaya dan lengkap!

Tips dan Trik Hidup di Swiss

Untuk biaya hidup yang tinggi, terdapat bantuan untuk teman-teman lebih mengetahui secara rinci biaya hidup di Swiss. Berikut adalah rinciannya.

Akomodasi
Photo by Skitterphoto from Pexels

Akomodasi di Swiss salah satu yang tinggi dan tergantung pula dengan daerah tempat yang ditinggali. Jika kalian bertempat tinggal di pusat kota, biaya sewa studio bisa sampai 1000 CHF atau Euro.

1 CHF hampir setara dengan 1 Euro yaitu 15000-16000 rupiah.

Namun, untuk student housing bisa berkisar dari 260 CHF hingga 450 CHF. Kamu harus lihai dan menanyakan informasi kampus untuk tempat tinggal strategis!

Makanan

Berbelanja dan masak sendiri merupakan hal yang wajib dilakukan di Swiss karena biaya makan diluar bisa mencapai 10-30 CHF (hampir setara 500 ribu rupiah). Dengan ini, dinyatakan bahwa 300-400 CHF sebulan menjadi target minimum biaya hidup di Swiss yang menempati salah satu negara termahal untuk ditinggali.

Transportasi
Tram in Zurich.
Photo by H. Emre from Pexels

Untuk berpergian, Swiss salah satu yang menerapkan budaya untuk melakukan perencanaan dengan baik. Hal ini digambarkan dengan harga tiket antar kota yang dapat dibeli dengan harga berbeda sesuai jangka waktu sebelum kita berpergian. Misal terbagi dengan 2 bulan sebelum, 1 bulan sebelum, dan bulan yang sama. Sehingga, jika kamu ingin bepergian mengunjungi kota lain, kamu harus mempersiapkan secara matang rencana perjalanan kamu!

Untuk biaya yang dihabiskan dalam kurun waktu sebulan bepergian dalam kota atau ke kampus sekitar 25-50 CHF tergantung lokasi kamu bertempat tinggal dari kampus.

Lain-lain

Untuk biaya paket data atau telepon bisa berkisar dari 10-40 CHF dan untuk hiburan dan lain-lain berkisar 100-200 CHF. Pergi ke bioskop kamu harus merogoh kocek hingga 15 CHF (setara hampir 200 ribu rupiah).

Rangkuman Biaya Hidup

Sehinggga untuk biaya hidup kita dapat simpulkan bahwa:

  1. Akomodasi: 260-450 CHF
  2. Makanan: 300-400 CHF
  3. Transportasi 25-75 CHF
  4. Telepon: 10-40 CHF
  5. Extra: 100-200 CHF (tentatif)

Total perkiraan pengeluaran per bulan yaitu 495-930 CHF. Sekitar 15 juta rupiah  perbulannya oaling tinggi. Akan tetapi, pemerintah Swiss menyatakan apabila kita bukan mahasiswa dengan grant atau penjamin seperti beasiswa atau surat pemerintah, kita harus memiliki 2000 CHF sebulannya, yakni 30 juta rupiah karena minimal 500 juta ada di saldo kalian. Hal ini menjadikan Swiss salah satu negara dengan biaya terbesar bagi pelajar terutama pelajar Indonesia di Eropa.

Budaya Bertempat tinggal di Swiss

Tinggal di Swiss tidak hanya memiliki biaya hidup yang tinggi, namun juga budaya yang kental akan ketepatan waktu dan berdiplomasi secara baik harus diikuti. Berikut adalah saran yang diberikan Mbak Ayu untuk kita yang ingin tinggal di Swiss.

  • Tepat Waktu, bahkan kereta maupun bus tidak akan menunggu satu detik pun. Orang Swiss sangat tidak suka dengan keterlambatan.
  • Swiss memiliki pride sebagai negara maju, sehingga kita harus sabar dalam mengurus imigrasi.
  • Menabung, menabung, dan menabung.
  • Swiss termasuk negara termahal di dunia sehingga pengeluaran untuk kebutuhan dasar bisa mencapai 2-3 kali lipat dari pengeluaran di negara lain.
  • Buat daftar seluruh pengeluaran yang pasti dalam setiap bulan seperti asuransi (150 CHF per bulan), dan Asuransi apartement per tahun, kartu transport per tahun 180 CHF, dan juga kartu ijin tinggal bisa mencapai 200 CHF per tahun. Hal ini untuk menghindari keterlambatan membayar yang bisa dikenakan denda sebesar maksimal 1000 CHF.
  • Harus selalu bisa berdiplomasi dan hindari konflik.
  • Swiss tidak suka konfrontasi di depan umum.
  • Orang Swiss membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa dekat dengan orang baru. Mereka lebih suka berhubungan baik dan dekat secara hubungan kolega, dan tidak lebih dari itu
  • Harus selalu bisa bersikap ramah dan sopan
  • Selalu terus terang tetapi harus senantiasa menjaga kehati-hatian dan sensitifitas.
Pertanyaan Umum mengenai visa pelajar dan work permit

Untuk visa pelajar, dapat kamu apply ketika sudah mendapatkan penerimaan dari Universitas yang dituju.

Untuk visa kerja, bisa didapatkan setelah mendapatkan garansi dari kantor pemberi kerja. Kantor tersebut harus bisa menjustifikasi mengapa memilih kita orang asing yang bekerja disitu, bukan orang Swiss. Dalam banyak hal, Visa kerja sangat sulit di dapatkan. Terutama sekarang mengenai Au Pair (bekerja sebagai PRT atau yang lainnya). Visa sekarang tidak dikeluarkan bagi orang yang akan melakukan Au Pair di Swiss karena Swiss sangat ketat mengenai visa dan imigrasi.

Edisi Spesial Swiss: Berlibur di Swiss, Festival Film Locarno

Locarno Alpen, Swiss
Pergi ke Cimetta di Locarno Alpen di Selatan Swiss

Dalam rubrik ini, penulis akan menceritakan salah satu hal yang iconic berasal dari negara Swiss. Salah satunya adalah perjalanan Mbak Ayu ke Cimetta Cardada di Locarno Alpen. Terletak di Selatan Swiss, kalian dapat melihat puncak terendah Lago Maggiore dan puncak tertinggi Dufour Peak, Monte Rosa di Swiss sekaligus!

Tempat ini terletak di negara bagian Swiss selatan yang berbahasa itali dekat dengan kota Lugano dan Locarno. Tempat ini mudah ditempuh dari Milan ke Lugano, ketimbang dari Zurich yang terletak di Swiss Utara. Lalu, dari kota Lugano menyambung dengan bis atau kereta ke kota Lucarno. Kota Lucarno ini merupakan kota kecil yang sangat kental budayanya, salah satunya festival yang tidak kalah bergengsi dari Festival Film Cannes, yaitu Festival Film Lucarno. Untuk mencapai Cardada dapat menggunakan kereta gantung atau cable car.  Biaya untuk pulang-pergi sebanyak 40 CHF.  Kalian akan melakukan hiking sedikit sehingga Mbak Ayu pun saat perjalanannya dapat menggunakan sepatu vantofel. Untuk lengkap mengenai Cimetta Cardada dapat menyelusuri langsung di tautan ini. Mbak Ayu menambahkan,

“Ini surganya Swiss Selatan. Pemandangannya Iconic!”

Kota Locarno dan Festival Film

Locarno merupakan daerah berbahasa italia, sehingga jangan kaget saat kalian berbincang dengan penjual atau warga di sini, semua menggunakan bahasa italia. Namun, Lucarno merupakan bagian daerah yang cukup internasional sehingga penggunaan bahasa inggris pun dapat digunakan dengan baik.

Untuk Festival Film Locarno sendiri merupakan salah satu festival film besar yang diadakan secara terbuka atau open air film festival.  Tahun depan akan diadakan 5-15 Agustus 2020. Lengkapnya ada di tautan ini.

Nah, untuk biaya dari Kota Lugano hanya merogoh kocek sebesar 10 CHF dengan shuttle bus. Sehingga, sangat terjangkau untuk transportasi mencapai Locarno. Jadi, Locarno dapat menjadi salah satu tujuan berkunjung kamu liburan musim panas tahun depan!

Untuk kegiatan di Swiss dapat dilihat langsung di website ini.

Artikel perjalanan salah satu anggota PPI Swiss dan Liechtenstein juga dapat diikuti di sini.

Jika kamu ingin tahu lebih lanjut dan bertanya-tanya, kamu bisa kontak ke instagram PPI Swiss dan Liechtenstein beserta website mereka!

Instagram: https://www.instagram.com/ppiswissdanliechtenstein/

Website: https://pelajarindonesia.ch/

 

—————————

Penulis

Ridho Indawan Utomo

M2 M.Sc. Aerospace Engineering di ISAE-SUPAERO, Toulouse, Prancis.

Kontak: ameropnews@amerop.ppi.id

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *